21/06/2010 – 09:58
<!– reset –>
Ellyzar Zachra PB
(IST)

INILAH.COM, Jakarta- Astronom University of Sheffield berhasil untuk pertama kalinya membuat rekaman harmoni musik menakutkan, yang dihasilkan ladang magnetis atmosfer luar matahari.

Mereka menemukan putaran magnetik besar melingkar dan menjauh dari lapisan luar atmosfer matahari, dikenal sebagai coronal loops di mana bergetar seperti senar dalam alat musik.

Menggunakan satelit untuk menampilkan putaran yang berkisar sepanjang 60 ribu mil, para peneliti mampu mengkreasikan suara dengan memutar getaran yang ke dalam bentuk suara, dan mempercepat frekuensi agar dapat didengar telinga manusia.

Professor Robertus von Fáy-Siebenbürgen, kepala dari kelompok peneliti fisika matahari di University of Sheffield mengatakan, “Ini keindahan dan menakjubkan bisa mendengar suara pertama kali dari sumber kekuatan yang besar.”

Seperti dikutip dari Telegraph, saat matahari melakukan aktivitas dan produksi nyala api meningkat, maka badai luar angkasa dapat memberi efek penghancuran bagi bumi terutama perangkat elektronik, pemanasan sumber kekuatan dan kerja satelit.

Professor Fáy-Siebenbürgen mengatakan bahwa studi musik matahari dapat memungkinkan mereka menemukan cara baru untuk memahami dan mempredeksi nyala api sebelum itu terjadi.

Getaran di putaran koronal dari sisi ke sisi ini terjadi karena mereka dipetik mirip senar gitar dengan gelombang besar akibat ledakan di permukaan matahari.

Ilmuwan juga menemukan bahwa geraran putaran berlaku bolak balik dengan cara meniru gelombang akustik dari instrumen angin.

Penelitian professor Fáy-Siebenbürgen itu dirilis di University of Sheffield dalam rancangan Project Sunshine yang bertujuan mencari cara baru memahami dan memanfaatkan kekuatan matahari.[ito]

23/06/2010 – 17:32
Ellyzar Zachra PB
(dailymail.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta – Sebuah tampilan mirip UFO yang diduga berasal dari dunia lain telah menimbulkan ketakutan sejenak di Perthshire, Skotlandia.

Seperti dikutip dalam The Sun, penampakan UFO tersebut ternyata hanyalah awan yang tampak seperti pesawat terbang alien yang muncul di wilayah Perthshire pada akhir minggu.

Brian Wilton dan istrinya, Isobel, telah merekam kejadian ini saat matahari terbenam di kota Crieff. Brian percaya bahwa awan yang tampil secara aneh ini merupakan formasi altocumus lenticularis yang berbentuk seperti almond.

“Formasi dari awan orografik dramatis (terbentuk akibat udara yang naik dari gunung) selalu berada di wilayah pegunungan dalam kondisi atmosfer yang sangat spesifik,” ujar Brian.

“Biasanya, ini ditemukan pada sisi angin yang menuruni gunung dengan pergerakan sangat lambat namun menguap begitu cepat,” ujarnya lagi. “Kami tidak percaya ini. Penampakan tersebut mirip dengan kejadian di film Close Encounters of the Third Kind saat pesawat luar ankasa besar sedang turun.”

(macedoniaonline.eu)

INILAH.COM, Jakarta – Selama 300 tahun terakhir, arkeolog telah menemukan banyak kerangka manusia. Ada yang aneh dengan tinggi 7-10 kali manusia rata-rata dan beberapa sampai 16 meter.

Namun laporan penemuan kerangka tersebut tidak pernah ditampilkan di museum di manapun. Sementara foto-fotonya juga menjadi barang yang semakin langka pada saat ini.

Namun sesuatu yang menarik muncul pekan ini, di mana Museum Arkeologi Heraklion di Yunani memutuskan untuk menampilkan sekumpulan kapak perunggu ganda berukuran sangat besar.

Kapak itu berasal dari masa 1700-1300 SM dan dikatakan sebagai simbol agama bagi rakyat Kreta.

Wisatawan diizinkan untuk berpose, dan menunjukkan skala alat itu yang lebih tinggi dari tubuh manusia.

Orang juga dapat merenungkan apakah raksasa yang memegang kapak itu di masa lalu.[ito]

24/06/2010 – 12:35 <!– reset –>
(IST)

INILAH.COM,Jakarta – Ilmuwan mengungkap penemuan kuburan dinosaurus yang mungkin terbesar di dunia. Ribuan tulang fosil 76 juta tahun itu terletak di wilayah setidaknya 568 hektar.

Dinosaurus mati secara massal diperkirakan akibat badai raksasa yang setara dengan angin topan saat ini yang melanda wilayah pesisir.

Temuan itu bisa membantu memecahkan misteri tentang mengapa tanah tandus Kanada barat begitu kaya fosil dinosaurus.

Ribuan tulang fosil 76 juta tahun itu terletak di wilayah setidaknya seluas 568 hektar (2,3 km persegi). Kerangka itu milik dinosaurus bertanduk sapi berukuran kasar, pemakan tumbuhan dikenal sebagai Centrosaurus.

Harta karun ini menyediakan bukti kuat pertama bahwa beberapa tanduk lembu dinosaurus jauh lebih besar dari yang diduga sebelumnya, kata ilmuwan peneliti senior David Eberth, seorang ahli paleontologi dan ahli geologi di Museum Royal Tyrrell di Alberta.

Tumpukan tulang itu terletak di utara dekat Hilda Alberta Kanada, tepat di perbatasan dengan Saskatchewan.

Kuburan itu sebenarnya ditemukan pada 1997, tetapi konfirmasi ukuran penemuan itu secara rinci muncul dalam buku “Perspektif Baru Dinosaurus Bertanduk ” (Indiana University Press, 2010) yang rilis bulan lalu.

Kekayaan fosil Alberta sangat luar biasa, seperti dinosaurus bertanduk termasuk Triceratops, ankylosaurs, elang yang berkaitan dengan Velociraptor dan tyrannosaurids seperti Albertosaurus dan Tyrannosaurus rex.

Kawasan itu rumah bagi keragaman yang luar biasa dari hewan lain juga, termasuk burung, pterosaurus, buaya, penyu, kadal dan mamalia.

Para ilmuwan baru-baru ini menemukan tanda gigi mamalia pada tulang dinosaurus di Alberta.[ito]

22/06/2010 – 16:14 <!– reset –>
Ellyzar Zachra PB
(IST)

INILAH.COM, Jakarta-Bayi mammoth bernama Khoma berusia di atas 50 ribu tahun ditemukan di kawasan beku sebelah utara Siberia. Fosil itu merupakan contoh langka dari raksasa prasejarah yang melakukan perjalanan ke Paris.

Khoma merupakan bayi tertua dari 6 bayi mammoth yang ditemukan di Siberia selama 200 tahun, ujar Bernard Buigues, ahli herbivora dari Prancis yang bekerja sama dengan pihak Rusia.

“Ini tidak mungkin menggunakan karbon 14 untuk mencari waktu pasti sehingga berarti ini berusia lebih dari 50 ribu tahun di mana penanggalan karbon tidak efektif untuk kasus ini,” ujar Buigues.

Seperti dikutip dalam Yahoo News, Khoma yang belum diketahui apakah jantan atau betina, meninggal saat usia 6 atau 7 bulan. Fosil ini ditemukan oleh pemburu pada Juli 2009 dalam batuan beku yang mencair di dekat sungai Khroma yang berjarak 2000 kilometer sebelah utara Yakutsk di dekat Laut Artik.

Tubuh yang terbungkus es ini sebagian telah dimakan oleh rubah yang melahap kerangka dan bagian atas kepalanya. Awalnya, tim ilmuwan Rusia memeriksa hewan ini kemudian menginformasikan kepada Buigues yang bekerja pada pihak berwenang di Moscow. Ini berkaitan dengan bagaimana Khoma melakukan perjalanan hingga Eropa.

Analisis mikrobiologi awal menunjukkan Khoma menyimpan pontensi kuman yang sangat tua tapi mematikan. Ini kemungkinan besar anthracis yang dapat menyebabkan anthrax dan penyakit paru-paru hitam sehingga menuntut penanganan khusus dan analisa lebih lanjut.[ito]

23/06/2010 – 00:19 <!– reset –>
Ellyzar Zachra PB
(mailonline.com)

INILAH.COM, Jakarta- Wide-field Infrared Survey Explorer (Wise) milik NASA berhasil menangkap bibir raksasa di ruang angkasa. Bibir itu dihasilkan bintang sekarat yang berjarak 16 ribu tahun cahaya dari bumi.

Bintang itu merupakan salah satu yang paling besar di galaksi Bima Sakti kita. Obyek seperti ini disebut sebagai bintang Wolf-Rayet saat astronom menemukan pertama kali dan menyebutkan bahwa matahari akan tampak sangat kecil jika dibandingkan obyek itu.

Disebut sebagai V385 Carinae di rasi Carina, bintang ini berada di sektiar 16.000 tahun cahaya dari bumi dan berukuran sekitar 35 kali lebih besar dari matahari kita dengan diameter hampir 18 kali lebih besar. Tidak hanya itu, bintang ini juga lebih panas dan bersinar dengan lebih dari satu juta kecepatan cahaya.

NASA mengatakan bintang yang panas ini telah terbakar dengan cepat, seiring bertambahnya usia. Bintang ini meniupkan banyak atom yang lebih berat yang terus memasak di dalam bintang tersebut. Materi tersebut menggelembung ke awan seperti sinar terang dalam gambar yang ditangkap Wise.

Astronom berspekulasi bahwa cahaya infrared ini datang dari atom oksigen yang tampak dari beberapa elektron yang berasal dari radiasi ultraviolet bintang. Saat elektron ini bergabung dengan atom oksigen sehingga produksi cahaya ini dapat terdeteksi oleh Wise. Proses ini sama dengan kejadian pada bola lampu neon.

Gambar sebelumnya Helix Nebula atau ‘Mata Tuhan’ telah ditemukan pada tahun 1924 dan baru-baru ini tampak oleh teleskop raksasa di gunung Chilean.

Helix berada sekitar 700 tahun cahaya dalam konstelasi Aquarius dan memiliki ukuran yang sama dengan matahari dan telah mati. Di lain pihak, matahari kita diperkirakan akan mati sekitar 5 miliar tahun lagi.[ito]

20/06/2010 – 08:04
<!– reset –>
(telegraph.co.uk)

INILAH.COM, Jakarta- Momen Spektakuler terbentuknya bintang baru di alam semesta terlihat oleh Ilmuwan dari Yale University dan Harvard University dengan menggunakan teleskop spesial NASA.

Para ahli astronomi menemukan bintang termuda di wilayah pembentukan bintang Perseus di mana berjarak sekitar 800 tahun cahaya atau lebih dari 4700 triliun mil dari galaksi Bimasakti.

Meskipun ukurannya kecil, para peneliti mempercayai bahwa mereka telah menangkap momen di mana bintang yang disebut L1448-IRS2E tepat dilahirkan. Gambar itu merupakan gambar kelahiran bintang paling detail yang pernah didapatkan dan tidak terdeteksi oleh mata telanjang atau astronom amatir.

Karena ukurannya tersebut, para ilmuwan mempercayai bahwa itu tahap paling awal pembentukan bintang. Pembentukan bintang tersebut hanya dapat diketahui karena formasi debu spektakuler yang mengelilinginya.

Ilmuwan Yale dan peneliti dari Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian dan Institut Astronomi Max Planck di Jerman mendapatkan penemuan tersebut pada awal tahun ini.

Mereka mengambil sebuah gambar yang luar biasa dari momen tersebut dengan menggunakan Teleskop Luar Angkasa Spitzer milik NASA yang dikontrol oleh agensi luar angkasa Jet Propulsion Laboratory California, serta sebuah teleskop luar angkasa mutakhir di Hawaii.

Dalam Astrophysical Journal, tim itu mengatakan bahwa bintang tersebut belum sepenuhnya terbentuk.

Mereka mengatakan bahwa bintang tersebut baru saja memulai penarikan material dari gas dan debu yang menyelimutinya dan hanya terdeteksi cahaya lemah yang dipancarkan debu yang mengelilinginya.

“Sangat sulit untuk mendeteksi obyek-obyek dalam fase pembentukan bintang ini, karena mereka hanya berumur pendek dan hanya memancarkan cahaya yang sedikit,” kata Xuepeng Chen, mahasiswa post-doktoral yang memimpin studi ini.

Para ahli mempercayai bintang-bintang dibentuk dari kumpulan gas dan debu yang besar, dingin dan padat yang disebut sebagai awan molekular, yang berada di seluruh galaksi. Ilmuwan Yale mempercayai bahwa bintang terbaru ini sedang berada di antara dua fase.[ito]

24/06/2010 – 19:14
<!– reset –>
Ellyzar Zachra PB
(IST)

INILAH.COM, Jakarta- Taman Nasional Komodo jadi finalis 7 Keajaiban Dunia. Pulau ini bukan hanya habitat kadal tertua di dunia, tapi tempat ratusan biota laut semacam ikan dan bunga karang.

Taman Nasional Komodo terletak di antara pulau Sumbawa dan Pulau Flores di kepulauan Sunda Kecil, Indonesia. Taman nasional ini terletak di kawasan Wallacea di mana terbentuk dari pertemuan benua Australia dan Asia. Kawasan ini terdiri dari deretan unik pegunungan dan surga burung serta spesies habitat laut.

“Taman Nasional Komodo tidak hanya satu-satunya tempat satwa kadal tertua yang masih hidup di dunia yaitu Komodo tetapi juga ratusan biota laut seperti ikan dan bunga karang yang masih terjaga keasliannya,” ujar Ratna Suranti, Kasubdit Promosi Elektronik, Kementerian Kebudayaan & Pariwisata, saat ditemui di Depok Town Square Kamis (24/6).

Komodo bukanlah kadal biasa. Dengan tubuh rata-rata sepanjang 3 meter dan berat sekitar 70 hingga 160 kilogram, komodo mampu mencium bau hingga 11 kilometer serta dapat pula memanjat pohon.

“Komodo memang hewan yang sangat unik. Air liurnya tidak hanya mematikan karena mengandung bakteri yang menyebabkan keracunan, tetapi juga menjadi alat bantu penciuman dengan mendeteksi arah angin. Oleh karena itu, komodo dapat mendeteksi mangsa dari jarak yang jauh,” ujarnya lagi.

Meskipun bertubuh pendek, komodo mampu berlari hingga kecepatan 18 km/jam dan berenang setidaknya 500 meter. Hingga saat ini, jumlah komodo di taman nasional tersebut sekitar 2500 ekor.

“Kita harus bangga sekaligus prihatin dengan keberadaan pulau Komodo ini. Komodo tidak hanya menjadi ciri khas Indonesia mengingat hanya satu-satunya di dunia tetapi juga tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestariannya. Keberadaan Komodo berkaitan erat dengan global warming yang saat ini menjadi kekhawatiran kita bersama,” ujar Zeby Febrina, artis sekaligus aktivis pelestari komodo, saat ditemui di tempat yang sama.

Zeby melihat bahwa dengan tingginya kesadaran masyarakat Indonesia akan keberadaan komodo maka akan semakin meningkatkan pula awareness terhadap satwa lain. “Indonesia adalah negara yang kaya akan hewan dan tumbuhan. Di Pulau Komodo misalnya, Anda bisa menemukan sebuah tempat yang sangat indah dengan ribuan ikan sekaligus ratusan karang yang masih terjaga lingkungannya. Diharapkan, dengan tingginya kesadaran masyarakat akan kekayaan alam Indonesia, maka tumbuh pula keinginan untuk menjaga lingkungan,” ujar Zeby lagi.

Taman Nasional Komodo memiliki luas 1817 kilometer persegi dengan luas kepulauan lebih dari 603 kilometer persegi dan luas taman laut sekitar 1214 kilometer persegi. Taman Nasional Komodo juga dinyatakan sebagai Situs Warisan Dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Saat ini, Taman Nasional Komodo termasuk salah satu dari 28 finalis New 7 Wonders of Nature ( 7 Keajaiban Dunia). Proses tahap final akan berlangsung hingga tahun 2011. Diharapkan Taman Nasional Komodo dapat menjadi salah satu keajaiban dunia lewat pemilihan secara online di website www.new7wonders.com.

“Kalau bukan masyarakat Indonesia yang diharapkan dapat cinta terhap kekayaan bangsa, lalu siapa lagi?” ujar Zeby lagi.[ito]

25/06/2010 – 10:03
<!– reset –>
Ellyzar Zachra PB
(nationalgeographic.com)

INILAH.COM, Jakarta- Ilmuwan kemungkinan baru saja menemukan nenek moyang spektakuler dari keluarga fosil Lucy yang terkenal.

Serangkaian kerangka baru dari manusia awal dikenal sebagai Australopithecus afarensis ditemukan di wilayah lumpur Afar, Ethiopia.

Berusia sekitar 3,6 juta tahun yang lalu, fosil ini 400 ribu tahun lebih tua dari makhluk Lucy yang terkenal. Makhluk ini telah berdiri tegak di antara manusia awal, lapor para peneliti dalam edisi Proceedings of the National Academy of Sciences.

Tulang-tulang tersebut menunjukkan bahwa leluhur ini juga berjalan tegak, namun jauh lebih besar dari Lucy, jika berdiri sekitar 3,5 meter. Spesimen tersebut bernama Kadanuumuu yang berarti ‘manusia besar’ dalam bahasa Afar.

“Makhluk ini berkaki dua dan memiliki kemampuan untuk berjalan hampir seperti manusia modern,” kata pemimpin penulis Yohannes Haile-Selassie dari Cleveland Museum of Natural History.

“Sebagai hasil dari penemuan ini, kita sekarang dapat dengan yakin mengatakan bahwa Lucy dan kerabatnya memiliki kemahiran yang sama seperti kita karena berjalan dengan dua kaki serta perpanjangan kaki telah datang lebih awal dalam evolusi dibandingkan yang diduga sebelumnya,” ujar Yohannes Haile-Selassie lagi.

Australopithecus afarensis adalah nenek moyang awal manusia secara langsung yang paling terkenal. Sampai sekarang, kerangka yang ditemukan dalam spesies ini adalah Lucy, makhluk wanita yang berusia 3,2 juta tahun yang ditemukan pada tahun 1974 oleh tim yang dipimpin kurator Museum, Dr Donald Johanson.[ito]

Jumlah pengguna Facebook Indonesia akan segera menyalip pengguna Facebook Inggris.
Jum’at, 25 Juni 2010, 15:20 WIB
Indra Darmawan
Santri Pondok Pesantren Lirboyo tunjukkan halaman facebooknya. (Antara/ Arief Priyono)

VIVAnews – Sebagai negara yang memiliki populasi penduduk terbesar keempat di seluruh dunia, Indonesia memang memiliki potensi yang besar dalam hal jumlah pengguna internet.

Tak heran bila kini Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki jumlah pengguna terbanyak di bidang jejaring sosial online.

Menurut Deputy President Director Bakrie Telecom Erik Meijer, kini Indonesia adalah negara ketiga terbesar dalam hal jumlah pengguna jejaring sosial Facebook, di bawah Amerika Serikat dan Inggris.

“Ada hampir 25 juta pengguna Facebook di Indonesia,” kata Erik di acara peluncuran layanan data AHA, di Jakarta, 24 Juni 2010. Tepatnya, kini ada 24.722.360 pengguna Facebook yang berasal dari Indonesia.

Yang tak kalah menarik, jumlah pengguna Facebook Indonesia bahkan bakal melesat lagi. “Dalam waktu dekat, Inggris dengan jumlah pengguna facebook yang hanya sekitar 27 juta, akan segera tersalip oleh Indonesia,” Erik Menjelaskan.

Prediksi Erik memang masuk akal. Seperti halnya negara-negara maju lain, pasar internet Inggris memang telah jenuh dan ‘mature’ sehingga tak akan meningkat secara signifikan. Sementara, berdasarkan data dari International Telecommunication Union), penetrasi Internet di Indonesia baru 12,5 persen dari total populasi.

Artinya, berdasarkan data itu pula, dari sekitar 30 juta pengguna internet Indonesia, sekitar 82,57 persen di antaranya menggunakan Facebook.

Lebih jauh, Erik memaparkan, pengguna jejaring mikroblog Twitter di Indonesia, ada sekitar 6 juta orang. Tak heran bila trending topics asal Indonesia semakin sering mendominasi ranah Twitter.

Menurut Business Development Director, Google Asia, Emmanuel Sauquet, pengguna Twitter Indonesia adalah yang terbesar di Asia. “Semua indikator pertumbuhan Internet di Indonesia menunjukkan hal yang baik,” kata Sauquet.

Menurut sebuah lembaga konsultan dan riset bisnis internasional yang dikutip Erik, pada tahun 2014, ada 234 juta pelanggan selular di Indonesia atau 90 persen dari populasi penduduk, dan 20 persen di antaranya diproyeksikan merupakan pelanggan 3G.